Mengapa Umroh dan Bukan Haji? (Part 2)
Lanjutan pembahasan haji dan umroh bersama Pandji Pragiwaksono dan Ustadz Felix Siauw — gelar haji, kuota, rukun umrah, sa'i, dan Hajar Aswad.
Podcast: Pandji Pragiwaksono & Ustadz Felix Siauw
Tanggal: 17-12-2025
Sumber: YouTube
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Dalam podcast Putar Balik (Putbal) episode 2 ini Pandji Pragiwaksono dan Ustadz Felix Siauw meneruskan membahas tentang haji dan umroh. Ada beberapa hal menarik yang dibahas dalam podcast ini, sebagai berikut:
1. Bisa atau tidak pergi haji tetapi tidak disematkan gelar haji sama sekali?
Sangat bisa. Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya tidak ada yang menggunakan gelar haji di depan namanya. Berdasarkan sejarah, haji itu adalah cara yang digunakan oleh Belanda untuk melabeli orang-orang tertentu. Di zaman Belanda orang bisa pergi haji itu atas izin dari Belanda (memenuhi syarat regulasi yang dibuat oleh Belanda). Di kepulauan Seribu ada pulau Onrust yang menjadi tempat karantina bagi orang yang akan pergi haji di zaman tersebut.
2. Apa kepentingan Belanda menandai orang yang pergi haji dengan label haji di depan namanya?
Orang yang sudah pergi haji akan mempunyai wawasan internasional yang berbeda dengan orang yang belum pernah pergi haji. Ketika kita pergi haji dan berkumpul di tanah suci, maka orang-orang yang berada di sana tidak punya perbedaan kecuali yang Allah minta mereka untuk berbeda. Hal ini membuat orang Islam memiliki sebuah kekuatan yang besar. Dahulu orang Inggris sengaja memberikan bendera yang berbeda kepada setiap bangsa yang baru merdeka agar mereka merasa berbeda dengan bangsa yang lain. Tetapi ketika umat Islam bisa bersatu, maka itu adalah hal yang mengerikan bagi para penjajah. Zaman dahulu sebenarnya UEA dan Qatar adalah satu bangsa, tetapi lalu dipisahkan oleh Inggris, supaya mereka tidak bisa berkomunikasi. Devide et Impera adalah sebuah strategi untuk memisahkan bangsa-bangsa di dunia agar mereka tidak bersatu. Para penjajah takut jika umat Islam bersatu. KH. Ahmad Dahlan 2× pergi haji. Saat beliau naik haji yang kedua kalinya itu atas perintah dari Sultan. Sepulang dari tanah suci, beliau diminta untuk membangun pendidikan nirpenjajah di Indonesia. Maka munculah persyarikatan Muhammadiyah tahun 1912.
3. Apa peran pemerintah dalam ibadah haji?
Pemerintah hanya membuat regulasinya saja. Di zaman dahulu orang bebas untuk berhaji, tetapi setelah ada berbagai macam negara, maka ada pengaturannya. Kalau dibiarkan terbuka seperti zaman dahulu maka akan chaos. Saat ini yang bertugas menjadi pelayan di tanah suci (Khadim) adalah negara Saudi. Pemerintah Saudi memberikan kuota kepada setiap negara di dunia yang ingin melaksanakan ibadah haji. Dengan kuota yang sudah didapatkan itu, maka pemerintah Indonesia mendistribusikan kepada rakyatnya.
4. Kenapa ada kesan ribet dan lama untuk bisa pergi haji? Apakah itu murni karena masalah jumlahnya saja?
Pertama, memang karena jumlah orang yang bisa pergi haji itu terbatas. Tetapi tidak hanya itu, karena ada masalah di pengurusan haji juga. Indonesia memang salah satu negara yang pemeluk agama Islamnya paling besar, sehingga mendapatkan kuota haji yang cukup besar. Tetapi juga ada masalah dalam pengurusan haji oleh pemerintah. Contoh: Tahun kemarin ada tambahan 10 ribu kuota haji dari pemerintah Saudi, tetapi tambahan kuota ini malah diperjualbelikan, sehingga orang-orang yang daftar hajinya belakangan, malah bisa segera naik haji, asalkan mau membayar lebih mahal. Sementara orang yang sudah mendaftar haji sejak lama malah tidak dimuliakan. Saat ini waktu tunggu haji memang sangat lama, bisa puluhan tahun.
5. Bagaimana pandangan ustadz Felix terhadap orang yang naik haji berkali-kali (bisa sampai 5–6 kali)?
Mereka memiliki pembenaran untuk melakukan hal itu karena memang ada dalilnya menunaikan ibadah haji dan umrah secara berulang-ulang. Bagi ustadz Felix ritual ibadah itu tidak bisa dipisahkan dengan sesuatu yang sifatnya duniawi, karena agama Islam itu sebenarnya untuk mengatur kehidupan dunia kita. Kita tidak akan memerlukan agama lagi nanti di akhirat. Menurut ustadz Felix ada banyak kebaikan yang bisa dilakukan dengan uang yang kita miliki, ketimbang untuk pergi haji berkali-kali. Lebih baik uang itu digunakan untuk bisa menghajikan atau mengumrahkan orang lain. Ini jauh lebih bermanfaat.
6. Saat ini ada banyak orang yang memilih untuk pergi umrah dulu baru pergi haji
Karena untuk saat ini pergi haji itu lebih sulit. Pertama, dari segi waktu. Kedua, dari segi biaya yang cukup besar. Ketiga, kita tidak pernah tahu batas usia di dunia sampai umur berapa. Walaupun saat ini kita masih muda, tetapi kita tidak tahu kapan akan mati. Saran dari ustadz Felix, minimal pergi umrah dulu, karena umrah itu adalah haji kecil.
7. Apakah ada perintah untuk melakukan umrah di dalam Al-Qur’an?
Jawabannya adalah ada. Rasulullah ﷺ hanya melakukan haji 1× seumur hidupnya. Beliau melakukan umrah kalau tidak salah sampai 4× seumur hidupnya, dimana 2× gagal, dan 2× lagi berhasil dilakukan. Ini ada ceritanya tersendiri. Hal ini berarti Rasulullah ﷺ sendiri melakukan umrah, dan menyuruh umat Islam untuk melakukan umrah. Sedangkan beliau hanya berhaji 1× sebelum wafat.
8. Apa bedanya umrah dengan haji?
Umrah itu haji kecil. Rukun umrah lebih sedikit daripada rukun haji. Di dalam rukun haji ada wukuf di Arafah. Ini tidak ada di dalam rukun umrah. Dalam umrah ada 4 rukun, yaitu pertama, niat. Kedua, tawaf. Ketiga, sa’i. Keempat, tahallul, atau mencukur rambut. Untuk melakukan semua rukun umrah ini memakan waktu sekitar 3 jam, kalau kita sudah sampai di Mekah. Sayangnya sebagian besar orang melakukan ibadah karena FOMO. Ibadah karena FOMO tidak salah, dan tetap bisa mendapatkan pahala juga. Tahun kemarin sampai memecahkan record, dimana bisa sampai 500 ribu orang jamaah melakukan tawaf di saat yang bersamaan. Makanya di sana kita harus benar-benar bersabar karena akan diuji oleh Allah. Walaupun sudah pergi umrah berkali-kali, ujiannya tetap harus bisa bersabar.
9. Apakah bisa memilih pergi umrah di bulan yang sepi?
Jawabannya bisa. Ini terjadi di musim panas atau setelah musim Haji. Tantangannya ekstrim karena harus bisa menahan udara yang sangat panas di siang hari. Makanya saat itu relatif lebih sepi.
10. Apa yang dilakukan saat pergi umrah secara detail?
Pertama, niat, yang menggambarkan mengapa kita pergi umrah. Ketika kita sudah sampai di miqat (tempat untuk mulai berniat dan mengenakan ihram), maka ada ucapan yang harus kita sampaikan kepada Allah yaitu: Labaika Allahumma umratan. Artinya: Ya Allah aku datang kepada-Mu untuk melaksanakan umrah. Kata-kata ini sangat spesial, karena merupakan esensi dari semua ibadah umrah. Esensinya kita datang ke sana karena undangan dari Allah, bukan karena hal yang lain. Bukan karena uang, jabatan, dan bukan karena kita sempat. Tetapi semua karena ini adalah undangan dari Allah. Kalau Allah sudah mengundang kita, maka apapun yang terjadi nanti, ini karena kita sudah diundang oleh Allah. Contoh: Kita merasa berdosa, tetapi kenapa bisa sampai ke tanah suci? Itu karena kita diundang oleh Allah. Koneksi dengan Allah itu yang paling penting. Ketika kita merasa diundang oleh Allah, maka ini bukan random. Bagian dari Maha Presisi-Nya Allah adalah kita meyakini bahwa ketika kita bisa sampai ke tanah suci, maka itu karena undangan dari Allah. Kalau kita merasa sebagai tamu undangan dari Allah, maka berlakulah sebagai tamu yang baik. Begitu kita menghadapkan hati kita kepada Allah, dengan mengucapkan niat umrah, maka di situ sudah mulai berlaku kondisi ihram. Ihram adalah sebuah kondisi dimana kita diharamkan untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah pada saat ihram. Contoh: Menggunting kuku, berdebat, memakai wewangian, bercumbu, dll. Setelah itu kita senantiasa membaca Talbiah: Labbaikallaahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wa ni’mata laka wal mulk, laa syariika lak. Artinya: “Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milik-Mu, begitu juga seluruh kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu.”
11. Bisa melihat Ka’bah secara langsung itu adalah privilege yang dimiliki oleh orang yang baru pertama kali ke tanah suci
Biasanya orang akan menangis saat pertama kali bisa melihat Ka’bah secara langsung. Mekah itu berasal dari kata Bakkah. Salah satu hidayah di sana adalah lewat tangisan. Ada 2 pemandangan yang membuat ustadz Felix merasa sedih dan terharu. Pertama, melihat seorang bapak yang mengangkat anaknya yang masih kecil di atas bahunya. Bahkan ada bapak yang mengangkat anaknya yang masih bayi. Hal ini sangat melelahkan. Seolah-olah sang bapak ingin mengatakan kepada anaknya, bahwa ia ingin mengenalkan anaknya ke Allah, sebelum anaknya bisa mengenal hal yang lain. Kedua, saat melihat bapak atau ibu tua yang sudah bungkuk berjalan dipapah oleh anaknya. Ini adalah penghargaan terbesar yang bisa diberikan oleh seorang anak kepada orang tuanya. Anaknya bisa saja menyewa golf car atau kursi roda. Tetapi ketika ia lebih memilih untuk menuntun berjalan bapak atau ibunya yang sudah bungkuk, maka ia harus banyak bersabar. Apalagi yang bisa lebih membahagiakan orang tua ketika anaknya memperlakukannya seperti ini? Seolah-olah anaknya ingin berkata, “Dulu ayah atau ibu yang mengendong dan menjaga aku, maka sekarang giliran aku yang akan membawa ayah dan ibu berjalan di depan Ka’bah.” Tawaf dimulai dari Hajar Aswad. Setelah itu jamaah membaca dzikir selama 7 putaran mengitari Ka’bah. Bacaannya: Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah wallahu akbar. Di sana jamaah juga boleh membaca doa selama 7 putaran tawaf.
12. Setelah tawaf selesai, maka jamaah melakukan sa’i
Dahulu tidak ada air saat Bunda Hajar ditinggal oleh Nabi Ibrahim as. di Mekah. Dalam kondisi tidak ada makanan dan air susunya juga sudah kering, bayi Ismail menangis minta minum. Bunda Hajar percaya kepada Allah, bahwa mereka ditinggalkan di sana pasti ada sebabnya. Beliau lalu meletakkan anaknya dan mulai berlari mencari air dari bukit Safa ke Marwah. Bolak balik sebanyak 7×. Setelah lari bolak-balik itu Bunda Hajar melihat ada air keluar dari tanah yang ditendang oleh kaki bayi Ismail. Beliau lalu berkata, ayo berkumpul dan berhenti (zamzam), makanya air itu dinamakan air zamzam. Setelah minum air itu bayi Ismail merasa kenyang. Kelak munculah peradaban di tanah itu karena ada air zamzam.
13. Pelajaran yang bisa diambil dari ibadah sa’i
Dalam hidup kita pasti mencari sesuatu. Kadang-kadang solusi dari permasalahan itu tidak tampak. Dengan kita bolak-balik 7× melakukan sa’i seolah-olah untuk menunjukkan kepada Allah, “Ya Allah, aku sudah berusaha 7× di tempat yang sama. Bisa jadi solusi yang Engkau berikan bukan dari sini, tetapi dari tempat yang tidak aku duga.” Artinya Allah pasti akan memberikan kepada kita solusi yang terbaik, di waktu yang paling tepat, dengan cara yang paling indah, dan dengan sesuatu yang paling bagus.
14. Rukun umrah yang keempat adalah mencukur rambut (tahallul)
Rasulullah ﷺ mendoakan orang yang mencukur rambutnya sampai habis (botak) sebanyak 3×, “Ya Allah berkahilah orang-orang yang mencukur rambutnya sampai botak.” Baru setelah itu Rasulullah ﷺ mendoakan orang yang hanya memendekkan rambutnya 1×. Kita memotong rambut sebagai simbol bahwa kita tidak ada apa-apanya di hadapan Allah. Kita kembali bersih seperti saat dilahirkan pertama kali oleh ibu kita.
15. Apakah ada alasan spesifik mengapa Hajar Aswad itu spesial sehingga dicium oleh orang yang melaksanakan ibadah umrah dan haji?
Hajar Aswad berarti batu hitam, nama ini diberikan oleh Rasulullah ﷺ. Umar bin Khattab ra. berkata, “Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah mencium kamu, maka kamu hanyalah batu biasa.” Yang membuat Hajar Aswad menjadi spesial karena Rasulullah ﷺ pernah mencium batu itu. Rasulullah ﷺ mengatakan bahwa Hajar Aswad adalah batu yang turun dari langit. Awalnya berwarna putih. Setelah manusia yang berdosa banyak menciumnya, maka warnanya menghitam, seperti dosanya manusia. Maka jangan sampai kita menambah dosa lagi dengan berbuat kasar atau misuh di sana. Terkadang kita lihat ibu-ibu yang datang ke sana dengan mengenakan kerudung lengkap. Tetapi keluar dari sana sudah tidak lagi mengenakan kerudung. Ada orang yang yakin kalau ke sana tidak sampai menyakiti orang lain, maka silahkan saja. Ustadz Felix sendiri berpendapat jangan sampai hanya karena ingin mencium Hajar Aswad kita jadi mendorong dan menyakiti orang lain.
16. Apa alasan Rasulullah ﷺ mencium Hajar Aswad?
Rasulullah mencium Hajar Aswad karena batu ini awalnya datang dari surga. Awalnya berwarna putih, tetapi makin lama jadi menghitam karena dosa-dosa manusia.
17. Manasik umrah dan haji sebagian besar berasal dari hadits
Perjalanannya wajib karena ini adalah perintah Allah yang ada di dalam Al-Qur’an. Dalam ibadah, kalau termasuk rukun, maka itu wajib untuk dilakukan. Tetapi ada juga perkara-perkara sunnah yang dilakukan dalam suatu ritual ibadah. Contoh: Saat tawaf kita tidak perlu mencium Hajar Aswad, karena itu tidak wajib. Tetapi kalau bisa dilakukan maka kita boleh mencium Hajar Aswad, karena dulu Rasulullah ﷺ melakukannya. Hukumnya sunnah.
18. Apa yang hukumnya sunnah di dalam ibadah haji tetapi semua orang sepertinya mau melakukannya?
Selain mencium Hajar Aswad ada yang namanya Arbain (sholat 40× di masjidil Haram dan masjid Nabawi). Ini hukumnya sunnah. Ada orang yang mencari tempat tertentu (tempat Rasulullah ﷺ wukuf) saat sedang wukuf di Arafah. Ketika berada di Madinah orang berusaha untuk bisa sholat di Raudah. Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa Raudah yang merupakan bagian dari taman-taman surga. Ini semua termasuk sunnah, tetapi banyak orang yang berebut untuk bisa melakukannya.
19. Apakah ada makam yang ramai dikunjungi oleh jamaah haji dan umrah?
Menurut ustadz Felix, kita tidak disunnahkan untuk mengunjungi kuburan, sehingga tidak ada makam yang ramai dikunjungi jamaah. Kita hanya diminta ke kuburan untuk mendoakan orang-orang yang di kubur, mendoakan diri kita, dan mengingat kematian. Dalam hadits, sebelum Rasulullah ﷺ wafat, beliau sering datang ke kuburan untuk mendoakan orang yang telah dikubur.
Semoga bermanfaat. Mohon maaf dan juga mohon koreksi jika ada kekeliruan atau kesalahan karena keterbatasan dan kurangnya pemahaman ilmu yang saya miliki dalam merangkum. Barakallahu fikum.
Note: Mohon untuk menonton juga video lengkap podcast yang ada di link Youtube di atas.
#PandjiPragiwaksono #FelixSiauw #PutarBalik #Putbal #umroh #haji