#YukNgaji
Ditulis oleh: Fanny Angelia

Ada Apa Setelah Kematian? (Part 2)

Tanda-tanda kiamat, Dajjal, Padang Mahsyar, dan kehidupan setelah kiamat bersama Pandji Pragiwaksono dan Ustadz Felix Siauw.

Ada Apa Setelah Kematian? (Part 2)

Podcast: Pandji Pragiwaksono & Ustadz Felix Siauw
Tanggal: 14-01-2026
Sumber: YouTube

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dalam podcast Putar Balik (Putbal) episode 6 ini Pandji Pragiwaksono dan Ustadz Felix Siauw melanjutkan membahas tentang kematian. Ada beberapa hal menarik yang dibahas dalam podcast ini, sebagai berikut:

1. Apa saja yang menjadi pertanda kiamat?

Menurut hadits salah satu tanda kiamat adalah diutusnya Nabi Muhammad ﷺ. Berikutnya dibagi 2. Ada tanda-tanda yang kecil (sugra) dan tanda-tanda yang besar (kubra).

Tanda-tanda kecil (sugra): (1) wafatnya Nabi Muhammad ﷺ, (2) penaklukan Baitul Maqdis, (3) wabah kematian (penyakit yang menyerang hewan sehingga mati mendadak) yang menyerang kalian bagaikan wabah penyakit qu’ash yang menyerang kambing, (4) melimpahnya harta hingga seseorang yang diberikan kepadanya 100 dinar, ia tidak rela menerimanya, (5) timbulnya fitnah yang tidak meninggalkan satu rumah orang Arab pun melainkan pasti memasukinya, dan (6) terjadinya perdamaian antara kalian dengan bani Asfar (bangsa Romawi), namun mereka melanggarnya dan mendatangi kalian dengan 80 kelompok besar pasukan. Setiap kelompok itu terdiri dari 12 ribu orang. (HR. Bukhari). Selain itu: diangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, dan merajalelanya perzinaan. (HR. Bukhari).

Sedangkan tanda-tanda kiamat besar (kubra) adalah: (1) penenggelaman permukaan bumi di timur, (2) penenggelaman permukaan bumi di barat, (3) penenggelaman permukaan bumi di Jazirah Arab, (4) keluarnya asap, (5) keluarnya Dajjal, (6) keluarnya binatang besar, (7) keluarnya Ya’juj Ma’juj, (8) terbitnya matahari dari Barat, dan (9) api yang keluar dari dasar bumi ‘Adn yang menggiring manusia, serta (10) turunnya ‘Isa bin Maryam Alaihissallam (HR. Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Imam Ahmad).

2. Supernova dalam Al-Quran

Di dalam Al-Quran ada ayat yang menyiratkan terjadinya supernova. Ini terdapat di dalam Surat Ar-Rahman ayat 37:

Fa iżansyaqqatis-samaa`u fa kaanat wardatang kad-dihaan.

Artinya: Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.

3. Kemunculan Dajjal

Salah satu tanda kiamat adalah munculnya Dajjal, yang merupakan fitnah terbesar semenjak diciptakannya manusia. Dajjal dideskripsikan sebagai orang yang matanya tertutup satu dan satu matanya lagi terbuka. Di dahinya tertulis kata Kafara (Kafir). Dajjal memiliki harta yang banyak sekali dan ia bisa berpindah cepat seperti angin.

Sebelum Dajjal datang, bumi mengalami masa paceklik, sehingga ketika Dajjal datang dan dapat memunculkan air, maka orang akan mudah untuk mengikuti Dajjal. Kemudian Dajjal mengumpulkan pasukannya yaitu 70.000 orang Yahudi dari Bani Isfahan. Dajjal tidak bisa pergi ke Mekkah dan Madinah, maka ia pergi ke Baitul Maqdis. Di Baitul Maqdis saat itu sudah damai dan dipimpin oleh seorang pemuda. Pada saat ia sedang mengimami Sholat Subuh akan datang Nabi Isa as. Pemuda ini mempersilakan Nabi Isa as. untuk mengimami Sholat Subuh, tetapi Nabi Isa as. menolak. Beliau memberikan posisi imam sholat kepada pemuda tersebut dan memilih menjadi makmum saja. Pemuda ini adalah Imam Mahdi.

Setelah mereka selesai Sholat Subuh, Dajjal sudah ada di depan Baitul Maqdis dan ingin menghancurkan Baitul Maqdis. Nabi Isa as. lalu melihat Dajjal, dan akhirnya Dajjal meleleh seperti garam yang terkena air. Dajjal kemudian berlari ke pintu Lod (Bab Lud). Di sanalah Dajjal dibunuh oleh Nabi Isa as. Setelah itu terjadi kedamaian selama 4 masa. Ada hadits yang menyebutkan ini terjadi selama 40 tahun. Selama masa itu tumbuhan lebih besar dan lebih banyak daripada biasanya. Hewan ternak juga lebih besar dari biasanya. Lalu berhembus angin lembut dari bawah ketiak orang mukmin yang mewafatkan mereka. Maka setelah itu yang tertinggal hanyalah orang-orang jahat yang tidak beriman. Nabi Muhammad ﷺ meminta umat Islam agar mempersiapkan diri sebelum kiamat terjadi.

Persiapan sebelum hari kiamat terjadi: Pelajari Al-Qur’an. Pelajari surat Al-Kahfi. Pelajari tipu daya orang-orang di dunia. Belajar dan berlatih panahan. Panah melambangkan kekuatan. Orang yang belajar panah akan melatih fokus, paham bahwa yang di dalam (inner) lebih penting dari yang di luar (outer), dan percaya kepada takdir. Ia akan lebih mudah untuk menerima sesuatu yang harus ia terima dan berusaha atas sesuatu yang masih bisa diusahakan.

4. Tidak ada yang tahu kapan kiamat terjadi

Tidak ada yang tahu kapan persisnya akan terjadi kiamat. Kalau ada orang yang mengatakan bahwa ia tahu kapan terjadi kiamat, maka sudah pasti orang itu berbohong. Karena tidak ada dalil yang menjelaskan kapan terjadinya kiamat.

5. Apa yang terjadi setelah kiamat?

Bumi hancur. Setelah itu bumi disusun lagi oleh Allah dan diluaskan di suatu tempat. Tempat itu bernama Padang Mahsyar. Setelah sangkakala ditiup oleh Malaikat Israfil, maka semua makhluk nanti akan dibangkitkan dan dikumpulkan di sana. Manusia akan berjalan kaki dengan caranya masing-masing untuk berkumpul di Padang Mahsyar.

6. Apa yang terjadi di Padang Mahsyar?

Kita akan menunggu. Satu hari di sana setara dengan 50.000 tahun di dunia. Matahari di sana sangat dekat sekali, seperti sejengkal di atas kepala kita, sehingga nanti keringat manusia akan membasahi dan menenggelamkan tubuhnya sesuai dengan tingkat amalannya masing-masing. Makin sedikit amalannya maka makin tenggelam tubuhnya oleh keringatnya sendiri. Di sana manusia dikumpulkan dalam keadaan tanpa alas kaki, tanpa pakaian, dan belum dikhitan. Pada saat itu manusia tidak merasa malu walaupun tidak berpakaian karena sibuk memikirkan nasibnya masing-masing. Ada orang yang datang dengan pundak miring, ada yang perutnya besar, ada yang kepalanya berada di bawah, dan ada yang datang dengan cara merangkak, dsb. Di sana nanti orang-orang akan dikumpulkan berdasarkan amalannya.

7. Tujuh golongan yang mendapatkan naungan di Padang Mahsyar

Ada 7 golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah di Padang Mahsyar, yaitu: (1) Pemimpin yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya berpaut dengan masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, “Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.”, (6) seseorang yang bersedekah, lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya. Pemimpin yang adil itu manfaatnya bagi semua orang. Sedangkan pemimpin yang tidak adil akan merusak banyak orang.

8. Kitab catatan amal di Padang Mahsyar

Di Padang Mahsyar ada manusia yang dikasih kitab catatan amalnya dari kanan dan ada yang dari kiri. Manusia yang mendapatkan kitab amalnya dari kanan akan senang, sedangkan yang mendapatkan kitab amalnya dari kiri akan muram wajahnya. Di sini manusia akan dihisab oleh Allah. Manusia yang mendapatkan kitab amalnya dari sebelah kanan ada yang masih dihisab, tetapi ada juga orang yang tidak lagi dihisab dan nanti akan langsung masuk ke surga. Ada 70.000 orang tidak dihisab, yaitu orang yang tidak minta diruqyah, tidak meramal nasib, dan tidak minta dikai, dan hanya kepada Allah-lah mereka bertawakkal. (HR. Bukhari). Seluruh umat Islam yang beriman kepada Allah dan Rasulullah ﷺ pada akhirnya akan masuk ke dalam surga. Tetapi ada orang-orang yang bermasalah dan harus melewati neraka dulu untuk membersihkan dirinya dari dosa-dosanya.

9. Setelah Padang Mahsyar

Apa yang terjadi pada manusia setelah Padang Mahsyar? Pada saat itu tidak ada amal lagi. Kita hanya tinggal menikmati hasil dari amal kita di dunia. Termasuk saat nanti manusia melewati jembatan sirat di atas Neraka Jahanam (Al-Shirath).

10. Usia di surga

Pada saat nanti kita dibangkitkan dan hidup lagi di surga apakah akan di umur yang sama? Pada saat dibangkitkan lagi dan hidup di surga kita akan berada di sekitar usia 30-35 tahun. Ini adalah usia terbaik manusia (prime time).

11. Kegiatan di surga

Apa yang akan dilakukan oleh manusia nanti di surga? Hal yang paling banyak dilakukan oleh penghuni surga nanti adalah ngobrol, makan, dan minum. Ada ulama yang berkata bahwa kenikmatan di dunia yang paling dirindukan oleh manusia nanti di surga adalah ngobrol. Laki-laki penghuni surga akan mendapatkan bidadari, sedangkan perempuan penghuni surga akan mendapatkan rumah.

12. Mengapa Allah menyuruh manusia melakukan perjalanan ini?

Mengapa Allah menyuruh manusia melakukan semua perjalanan ini (diturunkan dan hidup di dunia) kalau pada akhirnya akan kembali ke tempat yang sama juga (kembali ke surga)? Jawabannya ada di Surat Al-Mulk ayat 2:

Allażii khalaqal-mauta wal-ḥayaata liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalaa, wa huwal-‘aziizul-gafụr.

Artinya: Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Jadi Allah ingin memperlihatkan siapa yang paling bagus amalannya ketika melalui semua ujian di dunia. Pada saat Allah ingin menunjuk makhluk yang menjadi penghuni di dunia, Allah bertanya kepada manusia, “Siapa yang mau?” Pada saat itu semua manusia mau ke dunia. Padahal di dunia itu semuanya adalah ujian. Tetapi manusia tetap mau ke dunia dan yakin akan bisa melewati semua ujian tersebut dengan baik. Maka sebelum manusia diturunkan ke dunia kita semua sudah menandatangani kontrak dengan Allah. Kita mengakui bahwa Allah adalah Tuhan kita. Kemudian baru manusia diturunkan ke dunia. Tetapi kita tidak lagi mengingat perjanjian kita dengan Allah pada saat sudah berada di dunia. Kita akan ingat lagi perjanjian tersebut saat nanti masuk ke dalam surga. Tidak ada yang menyuruh kita ke dunia. Kita ke dunia atas kemauan sendiri. Maka kita akan diuji oleh Allah di dunia untuk melihat siapa yang paling bagus amalannya. Walaupun manusia berasal dari surga, tetapi memang sudah dipersiapkan untuk tinggal di dunia.

13. Penduduk surga yang paling sengsara dan penduduk neraka yang paling bahagia di dunia

Ada hadits yang menceritakan tentang penduduk surga yang paling sengsara hidupnya ketika di dunia. Ketika didatangkan orang yang paling menderita di dunia dan ia dicelupkan sekali ke surga, lalu ditanya apakah ia pernah merasakan keburukan, ia menjawab, “Tidak. Demi Allah, wahai Rabb-Ku! Aku tidak pernah merasakan keburukan sama sekali dan aku tidak pernah melihatnya dan tidak pula mengalaminya.” (HR. Muslim). Orang ini sudah melupakan semua kesulitan hidupnya ketika di dunia, karena kesulitan sebanyak itu benar-benar hilang ketika dia akhirnya bisa masuk ke surga.

Tetapi orang-orang yang masuk ke dalam neraka, sebahagia apapun dia di dunia, selama apapun dia bahagia di dunia, saat sudah dicelupkan sekali ke neraka, lalu ditanya apakah pernah merasakan kebaikan ketika di dunia, maka ia menjawab, “Tidak demi Allah, wahai Rabb-Ku.” (HR. Muslim). Ini adalah penggambaran, simulasi ke depan yang akan dialami oleh manusia karena belum ada manusia yang masuk ke surga atau ke neraka.

14. Persepsi kebahagiaan dan penderitaan di dunia

Dalam kehidupan di dunia kalau disimulasikan terkadang kita merasa tidak pernah bahagia. Padahal hanya karena sebuah kejadian kecil, maka kita menafikan semua kebaikan yang pernah kita terima, demikian juga sebaliknya. Terkadang orang bisa cepat lupa dan cepat ingat ketika di dunia, apalagi nanti saat berada di surga. Di dunia ini separah apapun penderitaan yang kita alami, ya segitu saja. Di dunia ini sebanyak apapun yang bisa kita nikmati, ya hanya segitu saja.

15. Kisah Ibnu Hajar al-Asqalani dengan seorang Yahudi

Diceritakan bahwa Ibnu Hajar ketika ia menjadi seorang qadhi (hakim) terkemuka, suatu hari ia pernah melewati sebuah pasar yang penuh keramaian. Ibnu Hajar datang dengan pakaian yang begitu menawan (pakaian mewah). Kemudian orang Yahudi menyergapnya. Orang Yahudi tersebut sedang menjual minyak, tentu saja pakaiannya penuh dengan kotoran minyak. Tampilan Yahudi tersebut usang dan penuh keprihatinan. Sambil memegang kekang kuda (yang biasa dipasang pada mulut kuda), Yahudi tersebut berkata pada Ibnu Hajar, “Wahai Ibnu Hajar, engkau menyatakan bahwa Nabi kalian (Nabi Muhammad ﷺ) bersabda, ‘Ad-dunya sijnul mukmin, wa jannatul kafir (dunia itu penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir).’ Bagaimana keadaanmu saat ini bisa disebut penjara, lalu keadaanku di dunia seperti ini disebut surga?”

Ibnu Hajar memberikan jawaban, “Aku dilihat dari berbagai nikmat yang Allah janjikan untukku di akhirat, seakan-akan aku sedang di penjara. Sedangkan engkau (wahai Yahudi) dilihat dari balasan siksa yang pedih yang Allah berikan untukmu di akhirat, seakan-akan engkau berada di surga.” Akhirnya, orang Yahudi tersebut pun masuk Islam.

16. Kematian bagi orang yang mencintai dunia vs orang beriman

Bagi orang-orang yang mencintai dunia, kematian itu seperti jurang yang memisahkan mereka dari yang mereka cintai (yaitu dunia). Tetapi bagi orang-orang yang beriman, kematian adalah sesuatu yang menyambungkannya dengan kenikmatan yang akan diterima nanti di surga.

17. Kisah Fatimah az-Zahra ra. menjelang wafat Rasulullah ﷺ

Apa yang menyebabkan Fatimah az-Zahra ra. (anak Rasulullah ﷺ) menangis dan tersenyum pada saat menjelang wafatnya Rasulullah ﷺ? Sebelum wafat, Rasulullah ﷺ mengatakan kepada anaknya Fatimah ra. bahwa ia tidak akan lagi merasakan kesulitan. Beliau juga membisikkan 2 hal kepada Fatimah ra. Pertama bahwa ia adalah orang pertama dari keluarganya yang akan menyusul beliau wafat, dan kedua ia akan menjadi penghulu wanita di surga. Fatimah ra. menangis karena ia melihat sepanjang hidup bapaknya (Rasulullah ﷺ) tidak pernah bahagia, hidupnya sulit. Rasulullah ﷺ juga meninggal dalam keadaan sakit. Fatimah ra. merasa bahagia karena ia adalah orang pertama dari keluarga Rasulullah ﷺ yang akan menyusul beliau wafat. Orang di zaman itu senang ketika mengetahui bahwa ia akan segera wafat karena tahu yang mereka sukai nanti akan diperoleh di akhirat (surga) dan bukan di dunia.


Semoga bermanfaat. Mohon maaf dan juga mohon koreksi jika ada kekeliruan atau kesalahan karena keterbatasan dan kurangnya pemahaman ilmu yang saya miliki dalam merangkum. Barakallahu fikum.

Note: Mohon untuk menonton juga video lengkap podcast yang ada di link YouTube di atas.

Ditulis oleh: Fanny Angelia

Bagikan artikel ini: