#YukNgaji
Ditulis oleh: Fanny Angelia

Ada Apa Setelah Kematian? (Part 1)

Pembahasan tentang kematian dan alam barzah bersama Pandji Pragiwaksono dan Ustadz Felix Siauw.

Ada Apa Setelah Kematian? (Part 1)

Podcast: Pandji Pragiwaksono & Ustadz Felix Siauw
Tanggal: 07-01-2026
Sumber: YouTube

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dalam podcast Putar Balik (Putbal) episode 5 ini Pandji Pragiwaksono dan Ustadz Felix Siauw membahas tentang kematian. Ada beberapa hal menarik yang dibahas dalam podcast ini, sebagai berikut:

1. Nabi Adam as. dan Hawa di surga—roh atau fisik?

Para ulama mengatakan sewaktu Nabi Adam as. dan Hawa berada di surga itu bentuknya roh dan fisik. Ada hadits yang menceritakan bahwa nabi Adam as. dibentuk dahulu seperti manusia yang ada sekarang dari tanah. Setelah itu baru Allah “meniupkan” ruh ke bentuk fisik manusia tersebut. Jadi ada bentuk ruh dan fisik pada nabi Adam as.

2. Apa yang terjadi setelah kita mati dalam agama Islam?

Ada sesuatu yang dimiliki oleh orang yang hidup dan tidak dimiliki oleh orang yang sudah mati, yaitu ruh. Di dalam agama Islam kita tidak tahu suatu informasi itu benar atau tidak sampai kita melakukan verifikasi terlebih dahulu. Kalau kita sudah yakin bahwa sumber informasi itu verified, maka kita bisa yakin bahwa semua yang disampaikan oleh sumber informasi itu verified. Sebagai orang Islam kita bergantung pada sumber informasi yang sudah diverifikasi yaitu dari Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad ﷺ mengenai apa yang terjadi setelah kematian.

Pertama, kematian itu bukan ujung dari kehidupan. Logisnya kalau dulu kita tidak ada, maka kita akan kembali menjadi tidak ada. Tidak ada di sini maksudnya adalah ketidakadaan fisik. Semua yang berawal pasti ada akhirnya. Pada saat kita mati, maka yang mati itu hanya jasadnya. Makanya dalam agama Islam kematian itu tidak perlu dikhawatirkan, karena dia pasti datang. Kehidupan itu berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah, maka kematian adalah proses yang ada di tengah-tengahnya.

3. Hidup itu seperti sebuah perjalanan

Rasulullah ﷺ bersabda, “Hidup itu seperti sebuah perjalanan.” Setiap orang yang berjalan, tentunya tidak mau hanya berada di tengah-tengah perjalanan. Mereka ingin cepat sampai ke tujuan yang ada di ujungnya. Tengah-tengahnya perjalanan itu adalah kehidupan kita di dunia. Maka bagi orang-orang yang mengerti bahwa hidup ini hanyalah sebuah perjalanan, maka mereka tidak akan takut mati. Di dalam Al-Qur’an Allah berkali-kali menyampaikan bahwa kalau kita adalah orang yang hidupnya benar, maka kita tidak akan takut mati.

4. Dunia dibanding akhirat

Rasulullah ﷺ bersabda, “Demi Allâh, tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kalian yang mencelupkan jari telunjuk ke lautan, lalu hendaklah dia perhatikan apa yang didapat pada jari tangannya.” (HR Muslim). Kenikmatan yang didapat manusia di dunia itu dari awal sampai akhir itu hanya seperti beberapa tetes air yang ada di jari telunjuknya. Sementara kenikmatan yang Allah tahan dan berada di akhirat itu seperti lautan. Jadi konsep mati adalah pertemuan kita dengan lautan itu dan perpisahan dengan beberapa tetes air itu. Makanya orang-orang yang benar hidupnya cenderung tidak takut mati. Di dalam agama Islam, mati itu adalah bagian dari perjumpaan kita dengan Allah. Maka yang dipikirkan bukan lagi matinya, tetapi persiapan sebelum kita mati.

5. Proses kematian orang baik dan orang yang tidak baik

Di dalam hadits dijelaskan proses kematian orang baik dan orang yang tidak baik. Orang yang sedang mengalami sakaratul maut biasanya melihat ke ujung langit. Kemungkinan mereka bisa melihat yang orang lain tidak bisa lihat. Hal ini dikonfirmasi dalam hadits Rasulullah ﷺ.

Bagi orang yang baik, saat sakaratul maut, mereka akan melihat ada malaikat yang turun dari ujung langit membawa kain kafan dari surga dan wewangian. Kemudian Allah mencabut nyawa mereka dengan perlahan. Dalam salah satu hadits dikatakan seperti mencabut rambut dari adonan roti. Atau seperti menetesnya air dari tempat air minum. Setelah ruhnya diambil oleh malaikat, maka ruh itu diletakkan di kain kafan dan diberikan wewangian. Lalu ruh itu dibawa oleh malaikat ke langit. Di setiap lapis langit akan ada malaikat yang bertanya siapa orang ini? Malaikat yang membawanya akan menjawab. “Ini ruh dari orang yang sholeh.” Sampai ruh itu bertemu dengan Allah. Lalu Allah berkata, “Catat dia bersama orang-orang baik yang lain. Tempatnya di sini.” Setelah itu ruh tersebut dibawa kembali ke bumi karena manusia berasal dari bumi, maka dia akan dibangkitkan lagi dari bumi. Ruh itu kemudian dimasukkan lagi ke jasad orang tersebut. Ini disebut alam barzakh. Di alam barzakh orang yang baik akan mendapatkan hiburan dan rezeki berupa makanan setiap pagi dan sore. Mereka juga diperlihatkan tempat mereka nanti di surga. Ini adalah hiburan yang luar biasa bagi mereka. Mereka juga akan menikmati buah dari amal-amal mereka di dunia sampai dengan hari berbangkit.

6. Waktu di alam barzakh

Konsep waktu di alam barzakh berbeda dengan waktu di dunia. Ada konsep seperti time dilation di dalam agama Islam, dimana 1 hari bagi malaikat naik turun ke langit itu sama dengan 50 ribu tahun bagi manusia di dunia. Jadi lama sekali orang-orang akan berada di alam kubur. Makanya Rasulullah ﷺ meminta kita untuk menyiapkan bekal untuk mati.

7. Proses kematian orang jahat

Bagi orang-orang yang jahat saat sakaratul maut mereka akan melihat malaikat bermuka hitam yang membawa kain kafan dari neraka dan berbau busuk. Ketika nyawa orang itu dicabut seperti besi berkarat yang ditarik dari kain yang basah. Jadi benar-benar sulit keadaannya. Ruhnya lalu dibawa oleh malaikat ke langit. Di setiap lapis langit para malaikat bertanya, “Siapa itu yang berbau busuk?” Setelah itu dia akan ditunjukkan tempatnya nanti di neraka. Ini adalah siksaan pertama yang dia alami. Saat ruhnya sudah dikembalikan ke jasadnya, maka ia akan mengalami siksaan-siksaan. Ia akan diberikan makanan yang mengerikan saat berada di alam barzakh. Bagi orang yang banyak makan makanan haram, siksaan di dalam kuburnya adalah dia disuruh berenang dengan mulut yang dipenuhi dengan batu. Apapun yang ia perbuat di dunia, nanti akan dirasakan akibatnya di alam barzakh. Ini baru preview dari siksaan yang akan ia terima, dan tidak mengurangi siksaan yang akan dia terima nanti di neraka.

8. Agama yang transaksional dan kematian

Ada banyak orang yang menganggap agama itu transaksional. Ia ingin mendapatkan surga karena sudah berbuat baik di dunia. Transaksional ini bisa menjadi masalah saat dijadikan tujuan hidup. Orang ini tidak akan mau berbuat kalau tidak dijanjikan akan mendapatkan sesuatu. Contoh: Orang yang meninggal karena sakit jantung dan merasa kesakitan atau orang yang meninggal dalam kondisi kesakitan karena kelelep dianggap banyak dosa. Lalu bagaimana dengan orang yang meninggal di Gaza? Kebanyakan dari mereka meninggal dalam kesakitan. Tetapi kita kan tidak bisa men-judge mereka mati dalam keadaan su’ul khatimah. Kita hanya bisa mengatakan orang yang meninggal dalam keadaan tenang, insya Allah ia meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Tetapi kalau kita melihat orang yang meninggal dalam keadaan sulit, maka kita bisa mengatakan, “Alhamdulillah, bisa jadi dia punya kesalahan-kesalahan ketika hidup di dunia, dan semuanya sudah di nolkan oleh Allah dengan rasa sakit pada saat ia meninggal dunia.” Jadi semuanya jadi baik. Yang sudah pasti adalah kita tidak pernah tahu kita akan mati seperti apa, makanya penting untuk menyiapkan bekal sebelum mati. Salah satu bekal kita adalah memiliki anak yang sholeh. Kematian adalah rahasianya Allah. Yang perlu kita persiapkan adalah bekal menuju kematiannya. Konsep langit itu berada di atas, dan bumi itu berada di bawah adalah konsep duniawi. Jadi kita hidup di alam ruh, alam dunia (alam fisik), alam barzakh, dan alam akhirat (ke surga atau neraka).

9. Kewajiban di alam barzakh

Apakah ada kewajiban yang harus kita jalankan di alam barzakh sebagai orang Islam? Jawabannya tidak ada. Kita tidak perlu lagi mengerjakan sholat, puasa, dan ibadah lainnya di alam barzakh. Ali bin Abi Thalib ra. berkata, “Ini adalah hari dimana ada amal dan tidak ada perhitungan, karena nanti ada hari dimana cuma ada perhitungan dan tidak ada lagi amal.” Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya orang, kenapa ia sepertinya tidak pernah beristirahat. Beliau menjawab, “Nanti saja ketika kaki kita sudah sampai ke kuburan, maka kita akan banyak beristirahat.”

10. Siksaan yang paling parah adalah keabadian

Siksaan yang paling parah itu adalah keabadian. Pada saat manusia nanti dibangkitkan di Padang Mahsyar, seluruh manusia akan menjadi saksi dari suatu peristiwa dimana Allah meminta agar maut dibawa kepada-Nya. Kemudian di depan seluruh makhluk, maut itu disembelih. Maka mulai hari itu tidak ada lagi kematian. Orang yang disiksa, maka akan disiksa selamanya. Orang yang bahagia, maka akan bahagia selamanya. Di sana waktu tidak akan ada habisnya. Di dunia saja saat kita menikmati sesuatu secara terus-menerus, maka kita akan merasa bosan. Waktu bisa mengambil segala kenikmatan yang kita miliki. Waktu juga akan mengambil seluruh cinta yang ada di dunia. Bagaimana kalau waktu itu tidak ada? Waktu yang tidak ada habis-habisnya saja sudah mengerikan, belum lagi ada siksaan nanti di akhirat. Sesuatu itu jadi ada maknanya karena ada scarcity dalam waktu. Ketika waktu itu tidak ada, maka akan jadi absurd, dan semua tidak ada artinya. Semua hal jadi berarti karena ada batasnya.

11. Amalan paling berharga saat diberi kesempatan hidup lagi

Di dalam Al-Qur’an ada ayat yang menyatakan bahwa kalau manusia diberikan waktu untuk kembali lagi ke dunia, maka yang akan mereka lakukan adalah bersedekah. Kenapa bukan sholat? Menurut ustadz Felix, karena untuk melakukan sholat itu kita perlu waktu untuk berwudhu dan mengerjakan sholatnya. Sedangkan sedekah itu efeknya bisa langsung dirasakan oleh orang lain yang diberikan sedekah (immediate effect). Jadi ternyata amal yang paling berarti ketika kita diberikan kesempatan untuk hidup lagi adalah bersedekah.

12. Mengapa masih ditanya di kubur?

Kalau amalan dan dosa manusia sudah jelas, kenapa kita masih ditanya lagi di dalam kubur oleh malaikat? Menurut ustadz Felix, ini adalah sebuah simbolisasi. Pada saat di alam kubur itu sudah tidak ada lagi amal yang bisa dilakukan. Yang ada hanya balasan dari amal yang kita lakukan di dunia. Maka di dunia kita harus benar-benar tahu siapa Tuhan kita, siapa nabi kita, dan kitab kita yang mendasari semua perbuatan kita. Kematian itu adalah hasil. Akhir itu tidak perlu kita pusingkan. Yang perlu kita perhatikan adalah proses dan sebab-sebab kita untuk sampai ke akhir itu. Kita tidak akan memusingkan mati kalau kita benar-benar hidup. Tapi orang tidak mungkin bisa benar-benar hidup sebelum dia paham tentang mati. Ketika orang paham ada scarcity, orang baru akan memanfaatkan waktu dengan baik. Berapa banyak dari kita baru bekerja dengan baik saat dikejar deadline? Makanya makin tua biasanya orang makin dekat dengan agama.

13. Kematian dalam Al-Qur’an

Apa yang diceritakan di dalam Al-Qur’an tentang kematian? Salah satunya adalah orang-orang yang menyesal melakukan perkara yang buruk ketika hidup di dunia. Tetapi memang penjelasannya tidak sedetail dalam hadits. Konsep surga (Al-Jannah) dan neraka (An-Nar) dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Bahkan diceritakan bahwa api neraka itu seperti makhluk. Ketika sudah banyak orang yang dimasukkan ke dalam neraka, lalu Allah bertanya ke neraka, “Apakah kamu sudah penuh?” Kemudian neraka menjawab, “Apakah ada yang mau ditambahkan lagi?” Di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa neraka itu sifatnya seperti binatang buas yang mengendap-endap. Dia menunggu orang yang lewat dan mengambil orang seperti seekor singa yang menerkam mangsanya. Neraka dan surga punya karakter tersendiri.

14. Setelah ditanya malaikat di alam kubur

Apa yang terjadi setelah manusia ditanya oleh malaikat di alam kubur? Setelah itu manusia akan mendapatkan balasan dari apa yang telah ia lakukan di dunia. Menikmati nikmat dari Allah kalau ia orang baik dan mendapat siksaan kalau dia orang jahat. Semua ini akan kita rasakan sendiri-sendiri. Pada saat itu amal akan menjadi teman kita. Amal yang baik akan menemani, menghibur, dan menerangi kuburan kita. Al-Qur’an yang kita baca akan menemani kita saat berada di kuburan. Seberapa banyak kita berinteraksi dengan Al-Qur’an di dunia, maka sebegitulah nanti dia akan berinteraksi dengan kita di alam barzakh. Al-Qur’an bisa menjadi pembela, pengacara, syafaat bagi kita di alam barzakh.

15. Sholat di kuburan dan mendoakan orang yang sudah meninggal

Rasulullah ﷺ melarang orang untuk sholat di kuburan dan mendirikan masjid di kuburan. Tetapi Rasulullah ﷺ membolehkan untuk datang ke kuburan dan mendoakan orang yang ada di dalam kubur. Walaupun orang yang telah dikubur berbeda dimensinya dengan kita, tetapi mereka tetap bisa mendengar doa dari kita. Pada saat kita mengantarkan mayat ke dalam kubur, maka dia bisa mendengar suara tapak kaki kita. Makanya kita jangan terlalu sedih kalau ada kerabat kita yang meninggal dunia, karena dia bisa lebih sedih lagi dari kita. Amal yang kita berikan atas nama orang yang sudah meninggal bisa menambah amalan dia. Orang yang sudah mati tidak bisa lagi beramal, tetapi kita yang masih hidup bisa beramal untuk dia. Contoh: Amalan dari anak yang sholeh bisa menjadi tambahan amal bagi orang tuanya yang sudah meninggal dunia. Kalau kita wakaf atas nama orang tua kita, maka orang tua kita akan bisa mendapatkan amal itu. Rasulullah ﷺ meminta kita banyak datang ke kuburan untuk mengingat mati. Karena mengingat mati itu adalah obat yang terbaik. Orang yang sombong, kalau mengingat mati, maka dia bisa bertobat. Orang yang sedang sibuk bekerja, kalau dia mengingat mati, maka dia akan sadar ke mana dia harus memprioritaskan hidupnya. Mati itu pengingat terbaik, karena dia pemutus dari semua yang ada di dunia. Kita cuma hidup sekali di dunia, maka berbuatlah yang terbaik. Kalau kita yakin bahwa kematian itu akan datang, maka kita akan mempersiapkan yang terbaik sebelum waktu kematian itu datang.


Semoga bermanfaat. Mohon maaf dan juga mohon koreksi jika ada kekeliruan atau kesalahan karena keterbatasan dan kurangnya pemahaman ilmu yang saya miliki dalam merangkum. Barakallahu fikum.

Note: Mohon untuk menonton juga video lengkap podcast yang ada di link YouTube di atas.

Ditulis oleh: Fanny Angelia

Bagikan artikel ini: