Mengapa Umroh dan Bukan Haji? (Part 1)
Pandji Pragiwaksono dan Ustadz Felix Siauw membahas tentang haji dan umroh, sejarah Ka'bah, dan Nabi Ibrahim as.
Podcast: Pandji Pragiwaksono & Ustadz Felix Siauw
Tanggal: 12-12-2025
Sumber: YouTube
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Dalam podcast Putar Balik (Putbal) episode 1 ini Pandji Pragiwaksono dan Ustadz Felix Siauw membahas tentang haji dan umroh. Ada beberapa hal menarik yang dibahas dalam podcast ini, sebagai berikut:
1. Nabi mana yang paling mirip dengan Rasulullah ﷺ?
Jawabannya adalah Nabi Ibrahim as. Ini adalah keyakinan umum dari umat Islam, walaupun tidak banyak orang Islam yang tahu hal ini. Dalam sholat selain bershalawat ke Nabi Muhammad ﷺ, kita juga bershalawat ke Nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim as. menempati posisi yang penting sekali dalam agama Islam, karena dalam sejarah, Nabi Ibrahim as. adalah bapak dari para nabi (father of all religion). Nabi Ibrahim as. mempunyai 2 anak, yaitu Nabi Ismail as. dan Nabi Ishak as. Nabi Ishak as. mempunyai anak Nabi Yakub as. (keturunannya menjadi Bani Israil). Dari Nabi Ismail as. nanti akan tersambung ke Nabi Muhammad ﷺ.
2. Dari mana asal Ka’bah?
Pada saat Nabi Adam as. masih berada di langit, beliau melihat ada satu tempat yang bernama Baitul Makmur. Di tempat ini para malaikat selalu bertawaf, mirip dengan orang yang bertawaf di depan Ka’bah sekarang ini. Saking spesialnya Baitul Makmur, sampai ada malaikat yang diciptakan khusus untuk bertawaf di sana. Mereka bergantian bertawaf di sana. Para malaikat ini tidak memiliki tugas yang lain selain bertawaf di Baitul Makmur. Ketika Nabi Adam as. diturunkan ke dunia, beliau merasa kangen dengan Baitul Makmur dan meminta kepada Allah agar ada tempat dimana orang bisa bertawaf, bertasbih, dan memuliakan Allah (Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah wallahu akbar). Maka kemudian di dunia Allah berikan Ka’bah sebagai cermin (mirror) dari Baitul Makmur yang berada di langit.
3. Kenapa ada kewajiban untuk naik haji? Darimana mulainya?
Nabi Muhammad ﷺ sangat menghormati Nabi Ibrahim as. Jadi tidak heran kalau hampir semua ibadah yang ada di dalam agama Islam meniru ibadah yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as. Dari Nabi Ibrahim as. lah semua cerita tentang haji berawal. Haji termasuk Rukun Islam. Rukun Islam adalah sesuatu yang bisa dilihat (visible), sedangkan Rukun Iman adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat (invisible). Sejarah haji dimulai saat Nabi Ibrahim as. diminta oleh Allah untuk meninggikan dasar-dasar Ka’bah yang sempat tenggelam terkena banjir besar di zaman Nabi Nuh as. Setelah meninggikan dasar-dasar Ka’bah, tempat berdirinya Nabi Ibrahim as. itu nanti menjadi maqam Ibrahim yang masih ada sampai dengan sekarang di pinggir Ka’bah. Setelah itu Nabi Ibrahim as. berdoa di sana:
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (Surat Al-Baqarah ayat 126).
4. Allah lalu meminta Nabi Ibrahim as. untuk mengumandangkan agar orang-orang datang ke Ka’bah melaksanakan ibadah haji
Mengunjungi tempat haji maknanya adalah mengunjungi dengan 1 tujuan yaitu untuk beribadah kepada Allah. Saat diperintahkan itu Nabi Ibrahim as. merasa bingung, bagaimana cara memanggil orang ke sana. Allah juga memerintahkan Nabi Ibrahim as. agar menjadikan Ka’bah sebagai tempat berkumpulnya segala manusia. Padahal saat itu Ka’bah masih sangat sepi. Allah lalu berkata kepada Nabi Ibrahim as., “Tugasmu cuma memanggil, Aku yang akan mendatangkan orangnya.” Maka Nabi Ibrahim as. menyeru kepada seluruh manusia untuk berhaji. Inilah awal cerita dimulainya ibadah haji. Semua kisah ini diberitahukan oleh Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ, lalu Nabi Muhammad ﷺ mengisahkannya kembali kepada para sahabatnya.
5. Pada saat Nabi Ibrahim as. diperintahkan Allah untuk memanggil manusia untuk melaksanakan ibadah haji, beliau tahu bahwa hal ini tidak akan selesai di zamannya
Beliau tahu tidak akan bisa berhasil di zamannya, tetapi yang penting ia sudah memulainya. Yang terpenting sebenarnya bukan selesainya, tetapi prosesnya. Maka Nabi Ibrahim as. berdoa lagi kepada Allah. Doa ini terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 129: Rabbanaa wab’aṡ fīhim rasụlam min-hum yatlụ ‘alaihim aayaatika wa yu’allimuhumul-kitaaba wal-ḥikmata wa yuzakkiihim, innaka antal-‘aziizul-ḥakiim. Artinya: Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
6. Apakah aktivitas mengajak orang untuk berhaji ini kosong antara zaman Nabi Ibrahim as. sampai ke Nabi Muhammad ﷺ?
Jawabannya masih ada terus. Makanya Ka’bah itu masyhur sebagai tempat ibadah. Bahkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ ada. Ka’bah itu sudah ada dari dulu dan mereka meyakini bahwa zaman Nabi Ibrahim as. Ka’bah itu ditinggikan, sampai akhirnya muncul kesyirikan di jazirah Arab. Ada seorang Arab yang bernama Amr bin Luhay yang mengunjungi daerah Syam, lalu melihat ada banyak patung di sana yang bisa mendatangkan banyak orang. Ia kemudian berpikir bahwa bagus untuk mendatangkan patung-patung dan menjadikan Ka’bah sebagai tempat pariwisata. Maka muncullah zaman jahiliyah di jazirah Arab. Jadi antara zaman Nabi Ibrahim as. ke Nabi Muhammad ﷺ, ada banyak penyalahgunaan fungsi Ka’bah. Jarak antara Nabi Ibrahim as. ke Nabi Muhammad ﷺ itu sekitar 2.600 tahun. Jadi sangat panjang sekali masanya.
7. Pada saat disalahgunakan itu Ka’bah digunakan untuk berdoa dari agama apa?
Yang orang ketahui pada saat itu ada Abrahamic religion atau agama Hanif. Jadi masih ada orang yang melanjutkan agamanya Nabi Ibrahim as. Yang menarik di dekat Ka’bah ada sebuah kota yang bernama Yastrib (Madinah) dan menjadi tempat tinggalnya orang-orang Yahudi. Mereka sebenarnya juga membawa pesan-pesan dari langit. Jadi sebenarnya di kota Yastrib itu mereka sudah terbiasa mendengar pesan-pesan dari langit. Jadi di sekitar Ka’bah ada agamanya Nabi Ibrahim as. yang kemudian dilanjutkan oleh Nabi Ismail as. dan juga ada agama pagan (jahiliyah). Sedangkan di luar Ka’bah yang berkembang adalah agama-agama yang dibawa oleh para nabi yang lain yaitu: Nabi Musa as. dan Nabi Isa as.
8. Menurut sejarah, yang pertama kali menyembah berhala itu adalah kaumnya Nabi Nuh as
Mereka menghormati beberapa orang yang memiliki kebijaksanaan khusus dan dermawan. Orang-orang bijaksana ini sudah mati. Setan lalu membisikkan kepada mereka agar dibuatkan gambar dari orang-orang bijaksana ini agar bisa terus diingat. Lama-lama gambar itu dibuat menjadi 3 dimensi, maka akhirnya dibuatkanlah patungnya. Ini juga yang terjadi di Mekah saat itu, mereka juga menyembah berhala. Menariknya mereka tetap meyakini adanya Allah sebagai pencipta dan pengatur (Rabb), tetapi bukan sebagai Illah (tempat untuk meminta dan diibadahi). Makanya nanti kata-kata yang muncul untuk membersihkan keyakinan mereka ini adalah Laillah. Artinya bukan tiada Tuhan tetapi tiada sesembahan. Tuhan itu dalam bahasa Arab disebut Rabb. Sedangkan Illah adalah ketergantungan orang dalam perlindungan, permintaan, kemakmuran dst. Jadi saat itu orang Arab Tuhan nya adalah Allah, tetapi Illah nya yang lain. Jadi sisa agama Abraham (Nabi Ibrahim as.) nya masih ada.
9. Kenapa Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim as. mengajak orang lain untuk mengikuti yang ia lakukan? Ada nilai apa dalam ritual tersebut? Apa yang dicari dalam ritual tersebut?
Termasuk puncak dari kehidupan manusia adalah ketika mau melakukan suatu perjalanan. Termasuk ujung dari rasa cinta itu adalah melakukan suatu perjalanan untuk mendekati sesuatu yang menjadi obyek yang dicintai. Contoh: Orang yang menyukai anime dari Jepang, maka ia akan merasa senang saat bisa mendekati negara Jepang. Bagi penggemar klub sepak bola Manchester United (MU), bisa masuk ke stadion Old Trafford saja sudah menyenangkan. Jadi ketika Allah menyuruh Nabi Ibrahim as. untuk mengumandangkan agar seluruh manusia datang ke sana, maka itu supaya manusia bisa mencapai puncak kecintaannya itu. Itulah yang dinamakan ibadah haji. Makanya ibadah haji itu adalah puncak dari Rukun Islam. Kalau orang sudah merasa cinta, maka ia akan mau untuk pergi haji di waktu yang khusus dan tempat yang khusus.
10. Kalau saat ini kita memiliki kerinduan untuk dekat dengan Allah dan belum berhaji, apakah dengan berangkat ke sana bisa membantu?
Ya. Hal ini disampaikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an. Kalau setiap yang membuat kita mencintai Allah itu adalah hidayah, maka pusat hidayah ada di sana. Allah berfirman, “Kami tinggikan Ka’Bah sebagai “rumah” yang pertama, dan kami jadikan Ka’bah atau Masjidil Haram itu sebagai pusat daripada keberkahan dan hidayah.” Jadi bisa jadi ada orang yang ke sana dulu, baru mendapatkan rasa cinta. Ustadz Felix merekomendasikan agar orang yang ingin pergi haji untuk punya Why-nya dulu, baru ke sana. Maka proses ibadahnya akan menjadi lebih indah sejak dari langkah pertama. Tetapi kalau tidak pun, maka itu bisa saja dilakukan.
11. Nabi Musa as. pernah meminta untuk bisa bertemu dengan Allah karena merasa butuh untuk disemangati dalam menghadapi umatnya yang mempunyai banyak sekali permintaan
Allah memberikan kesempatan untuk bertemu di tempat dan waktu tertentu. Saking semangatnya Nabi Musa as., datang lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan oleh Allah. Kemudian Allah menegur Nabi Musa as., “Mengapa kamu datang lebih cepat sedangkan kamu ada tugas untuk mengurus Bani Israil.” Artinya di dalam agama Islam ada fleksibilitas untuk beberapa ibadah. Contoh: Seorang pemimpin yang rakyatnya sedang mengalami bencana, maka ia harus mengurus rakyatnya terlebih dahulu karena itulah pekerjaannya, dan bukannya malah pergi umroh. Ada beberapa ulama yang menahan untuk tidak pergi haji karena ada tugas yang harus mereka selesaikan terlebih dahulu. Tetapi ada juga ulama yang ingin pergi haji setiap tahun. Haji dan umroh itu adalah undangan dari Allah.
Semoga bermanfaat. Mohon maaf dan juga mohon koreksi jika ada kekeliruan atau kesalahan karena keterbatasan dan kurangnya pemahaman ilmu yang saya miliki dalam merangkum. Barakallahu fikum.
Note: Mohon untuk menonton juga video lengkap podcast yang ada di link Youtube di atas.
#PandjiPragiwaksono #FelixSiauw #PutarBalik #Putbal #umroh #haji