Podcast: Pandji Pragiwaksono & Ustadz Felix Siauw
Sumber: YouTube

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dalam podcast Putar Balik (Putbal) episode 20 ini, Pandji Pragiwaksono dan Ustadz Felix Siauw kembali membahas tentang kafir, musyrik, dan munafik. Ada beberapa hal menarik yang dibahas dalam podcast ini, sebagai berikut:

  1. Definisi dan bahaya munafik:
  • Definisi umum. Munafik diartikan sebagai kondisi di mana apa yang ditampakkan di muka berbeda dengan apa yang ada di hati.

  • Analogi lubang tikus. Kata nifak (dasar dari kata munafik) dianalogikan dengan tikus yang memiliki banyak lubang, masuk dari satu lubang dan keluar dari lubang lain untuk menipu.

  • Perusakan berkedok perbaikan. Orang munafik sering mengklaim diri sebagai pembuat perdamaian atau pihak yang melakukan perbaikan, padahal sebenarnya mereka sedang merusak. Contoh: Orang yang melakukan deforestasi hutan tetapi mengatakan sedang menjaga alam.

  • Ciri munafik kecil. Berdusta saat bicara, ingkar saat berjanji, dan berkhianat saat diberi amanah.

  • Apakah bisa ada orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah munafik? Bisa saja. Jika dia merasa dari sudut pandangnya sudah melakukan yang benar dan sesuai dengan ajaran agama Islam. Memang seharusnya kita mempertanyakan kepada diri kita sendiri apakah kita termasuk orang yang munafik atau tidak.

  1. Perbandingan antara kafir, syirik, dan munafik:
  • Kafir: Orang yang tidak tahu atau tidak mau tahu tentang kebenaran agama Islam.

  • Syirik: Orang yang tahu kebenaran tetapi kurang percaya, sehingga mencari “Tuhan” atau kekuatan lain.

  • Munafik: Dianggap paling berbahaya dan nanti akan ditempatkan di “kerak neraka” karena mereka merusak dari dalam barisan umat Islam. Mereka mengklaim diri mereka Muslim, tetapi senang saat agama Islam hancur dan sedih saat agama Islam maju. Orang munafik juga menolak baik sebagian maupun seluruh hal yang diperjuangkan oleh Rasulullah ﷺ. Mereka mengaku orang baik. Padahal mereka orang jahat. Contoh: Yang dikatakan oleh Presiden Amerika Serikat (Donald Trump) setelah menyerang Iran dan membunuh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

  • Orang munafik akan terlihat saat ada kasus besar (fitnah). Dalam bahasa Arab, fitnah itu adalah proses pemurnian emas dengan cara dibakar pada suhu yang sangat tinggi. Pada saat itu zat asing yang tidak diinginkan (impurities) akan naik ke atas. Pada saat situasi panas, kita baru bisa melihat dengan jelas mana yang termasuk orang-orang munafik, karena mereka menampakkan diri mereka. Di masa sekarang ini kita lebih mudah untuk membedakan mana orang yang munafik dan mana yang tidak.

  1. Pelajaran dari kisah sahabat Rasulullah ﷺ.
  • Umar bin Khattab r.a. Meskipun sudah dijamin masuk surga, Umar r.a. selalu bertanya kepada Hudzaifah bin Yaman r.a. (Sahabat yang dipercaya untuk memegang daftar orang munafik dari Rasulullah ﷺ) apakah namanya masuk dalam daftar tersebut. Hal ini ini menunjukkan pentingnya introspeksi diri daripada menghakimi orang lain. Setelah Rasulullah wafat, Hudzaifah r.a. menjadi patokan bagi para sahabat untuk mengetahui orang munafik. Jika Hudzaifah r.a. menyolatkan jenazahnya, maka orang tersebut tidak termasuk golongan orang munafik.

  • Sikap Rasulullah ﷺ kepada orang munafik. Rasulullah ﷺ tetap berbuat baik bahkan kepada orang yang sudah jelas munafik (seperti Abdullah bin Ubay bin Salul) untuk menghindari fitnah dan tidak mencontohkan sikap mudah menghakimi orang lain.

  1. Mengenal sifat fasik:
  • Definisi fasik. Orang yang sebenarnya sudah tahu mana yang benar, namun ia tidak mau melakukan hal benar tersebut, dan tetap melakukan kesalahan, bahkan bangga memamerkan kemaksiatannya tersebut. Dalam agama Islam, orang yang fasik tidak boleh dijadikan imam sholat. Contoh: Orang yang mengaku telah berbuat zina, dan dia bangga dengan perbuatan maksiatnya itu. Orang yang fasik tidak dapat memahami perumpaan yang Allah gunakan di dalam Al-Qur’an dan mengambil pelajaran darinya. Contoh: Allah mengumpamakan dunia itu seperti sebelah sayap nyamuk. Tidak ada harganya. Orang yang fasik akan mengatakan, “Apa sih maksudnya ini? Kok dunia dibilang kayak sayap nyamuk.”

  • Di dalam Al-Qur’an dijelaskan ada 3 golongan yang tidak mendapatkan hidayah dari Allah, yaitu orang yang terus-menerus berada di dalam keadaan musyrik, kafir, atau fasik, hingga mereka berhenti dari sifat tersebut. Jadi Allah akan memberikan hidayah kepada seseorang jika ia sudah berhenti dari kekafiran, kemusyrikan, dan kefasikan.

  • Kalau kita sudah sadar pernah melakukan perbuatan yang salah, maka akui saja di dalam hati, bertobat, dan tidak membanggakannya di depan orang lain.

  1. Bagaimana hukuman bagi perbuatan kafir, musyrik, munafik, dan fasik? Hukumannya sama, mereka semua masuk ke dalam neraka. Perbuatan musyrik dan fasik juga bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam.

  2. Kesimpulan: Dalam podcast ini ditekankan bahwa urusan hati adalah hal yang sangat tersembunyi. Penting bagi setiap individu untuk terus membersihkan hati (Tazkiyatun Nafs) melalui doa dan introspeksi agar tidak terjerumus ke dalam golongan-golongan tersebut.


Semoga bermanfaat. Mohon maaf dan juga mohon koreksi jika ada kekeliruan atau kesalahan karena keterbatasan dan kurangnya pemahaman ilmu yang saya miliki dalam merangkum. Barakallahu fikum.

Note: Mohon untuk menonton juga video lengkap podcast yang ada di link Youtube di atas.

#PandjiPragiwaksono #FelixSiauw #PutarBalik #Putbal #islamic #faith #kafir #musyrik #munafik #fasik

Ditulis oleh: Fanny Angelia